Sejarah Warcraft III : The Frozen Throne adalah sebuah game RTS komputer yang dikembangkan untuk Windows,dan Mac OS oleh Blizzard Entertaiment.
Game ini dapat di mainkan dalam Linux dengan menggunakan Wine atau Cadega. Adapun Game ini adalah Pak Ekspansi resmi dari game Warcraft III : REIGN OF CHAOS dengan beberapa tambahan hero untuk setiap ras, 4 campaign, sebuah ras netral (NAGA). Dan lima hero netral (Kemampuan untuk mendirikan toko (SHOP) dan lain-lain.Selain itu,game ini juga memperkenalkan unit laut (SEA UNIT) yang muncul pada Warcraft II, akan tetapi unit ini hilang di Reign Of Chaos. Blizzard Entertaiment secara teratur merilis Patch untuk memperbaiki Bug-Bug di dalam game,menambah fitur baru, dan lain-lain.
Plot dalam Warcraft III : Frozen Throne hanya bisa ditemui pada menu Campaign (Perang dengan misi-misi tertentu yang spesifik) dalam mode single player (Permainan tunggal). Ada 4 Campaign berbeda di mana setiap ras memiliki Campaignnya sendiri-sendiri. Jika pemain sudah menyelesaikan campaign dari suatu ras, maka pemain bisa melanjutkan ke campaign milik ras berikutnya dengan urutan Night Elf,Human, dan Undead sebagai Campaign terakhir (Orc mempunyai Campaign sendiri).
Cerita Warcraft III : Frozen Throne bermula ketika Maiev Shadowsong,sipir penjaga penjaraLilidan Stromrage mengejar Lilidan di Azarha bersama Naisha temannya. Di sana Lilidan membuat pasukan perang bernama "NAGA" ada yang berbentuk duyung,kadal,kura-kura,dan seekor burung aneh. Maiev mengejar sampai di Tomb Sergeras. Sialnya disana Naisha mengorbankan dirinya demi keselamatan Maiev.
Karena terdesak,Maiev mengirim utusan kepada Tyrande Whisperwind dan Malfurion Stromrage. Lilidan langsung melarikan diri di Silverpine Forest Malfurion pergi ke hutan memadamkan hutan dari kebakaran,sedangkan Maiev dan Tyrande membantu Prince Kael'Thes dari Human yang menyiapkan bantuan kepada atasannya.
Kael bersedia membantui Maiev mengalahkan Lilidan (Malfurion kalap karena Tyrande tercebur ke sungai dan menghilang). Lilidan akhirnya terkalahkan,Malfurion lalu meneriaki Lilidan bahwa Lilidanlah penyebab kematian Tyrande. Lilidan kaget dan bersedia membantu Malfurion tetapi Maiev bersikeras menangkap Lilidan. Tetapi Malfurion berhasil menahan Maiev dan pergi bersama Lilidan.
Ternyata Tyrande berada tak jauh dari Silverpine Forest dan diancam Undead. Bersama-sama dengan Malfurion, Lilidan berusaha menyelamatkan Tyrande. Mereka pun berhasil,Malfurion pun memutuskan berpisah dengan Lilidan dengan janji bahwa Lilidan tidak boleh mengganggu rakyatnya. Tetapi Maiev yang terobsesi akan pengejarannya dengan Lilidan mengejar Lilidan.
Bersamaan dengan kejadian itu Prince Kael'Thes telah tiba membawa bantuan untuk atasannya dan dia pun di perintah untuk memata-matai Undead yang berada di pulau yang sama. Tetapi sayang Prince Kael'Thes tidak mampu melawan kekuatan Undead. Di samping itu mereka kedatangan bantuan dari team naga Lady Vashj. Tapi sayangnya atasan Kael mengetahui bantuan itu,menganggap bahwa Kael telah berkhianat dari ras Human. Setelah pasukan Kael di penjara, Lady Vashj membantu Kael lolos dari penjara. Saat kabur dari penjara, penjara itu sudah di penuhi ras Undead yang bertempur melawan Human. Mereka pun melarikan diri ke Burning Land, ditengah jalan mereka bertemu Maiev yang berhasil menangkap Lilidan. Setelah berhasil membebaskan Lilidan mereka pun menjadi sekutu dan menghancurkan gerbang Burning Legion, karena mereka tau ada yang tidak beres di Northeland mereka pun akhirnya pergi ke Northeland untuk melihat apa yg terjadi.






0 komentar:
Posting Komentar